Sesuai judul, kita akan membahas mengenai cinta, spesifiknya cinta yang menghinggapi usia remaja yaitu lawan jenis yang kebanyakan agak TOLOL dalam menjalaninya. Selain tulisan saya yang berjudul "
Cintai 2 Hal Ini Sebelum Mencintaiku" kadang kita harus menyadari bawasannya mencinta itu adalah kegiatan transaksi. Tanpa lama lama, seperti biasa penjelasanku menggunakan point point.
1. Cinta dan Benci dengan Tidak Peduli
2. Pengorbanan, Hanya Salahsatu Unsur Cinta
3. Batasan "Berkorban Cinta"
4. Berani Membuang dan Mengabaikan Cinta
5. Sambut yang Mau Bertransaksi Padamu
Kita akan membahasnya satupersatu
Pertama Cinta dan Benci dengan Tidak Peduli. Lawan dari cinta itu bukan benci, tetapi tidak peduli. Sesorang yang tidak peduli terhadap sesuatu dapat dipastikan tidak cinta terhadap sesuatu itu. Misal, remaja saat ini tidak peduli tentang masalah lingkungan, artinya remaja saat ini tidak mencintai buminya(lingkingannya). Akan tetapi jika benci, masih ada kemungkinan adanya cinta. Entah Cinta kepada yang dibenci atau membela apa yang dipercaya. Simpelnya benci muncul akibat ketidaksukaan sesuatu terhadap sesuatu yang dicintainya. Jadi tidak peduli adalah metamorfosis sempurna dari cinta dan atau benci. Hal ini berkaitan dengan cinta itu sebuah transakasi, antara dua pihak (minim) dan yang pastinya keduanya peduli, jadi antara cinta dan benci itu ada unsur peduli. Jika tidak peduli pastinya tidak akan berkorban (karena tidak ada cinta dan atau benci). Jadi berkorban/pengorbanan itu hanya sebagian unsur cinta atau benci yang didalanya ada kepedulian, dan pastinya peduli adalah unsur dari pengorbanan. Karena orang yang berkorban pastinya peduli. Apabila sebuah hubungan tidak ada kepedulian, artinya tidak pantas mendapatkan pengorbanan apapun. Buang jauh jauh orang yang tidak peduli dalam hidupmu, untuk apa berkorban kepada orang tersebut ?
Kedua Pengorbanan, hanya salahsatu unsur cinta. Timbulnya cinta karena banyak hal, salah satunya sering bertemu dan timbilnya rasa nyaman, benar kata pepatah "Tresno jalaran soko kulino". Singkat kisah karena sudah terlanjur sukak, jadi self defend kita akan berkata "aku tidak mau kehilangan apa yang aku sukak" dari sini timbulah berbagai reaksi dan aksi. Mulai berfikir yang tidak tidak hingga mecoba melakukan berbagai hal untuk mempertahankan sesorang yang disuka agar tetap kepadanya/tidak berpindah hati. Usaha ini wajar dan harus karena kita sebagai manusia tidak mungkin tanpa adanya aksi dan reaksi, kecuali memang tidak suka sih. Nah, yang membuat ini tidak wajar adalah kadar kita untuk berkorban demi seseorang yang dicintai. Sadarilah bawasanya banyak sekali unsur cinta selain berkorban, seperti saling percaya, rasa cemburu, saling menghargai, saling memiliki, saling membantu, meluangkan waktu, saling memaafkan, memprioritaskan, memberi nafkah, bertanggungjawab, menasehati, memberi kabar, tidak berbohong, tidak mendua alias setia, dan masih banyak wujud dan unsur cinta. Jadi berkorban itu perlu, tetapi bukan yang utama. Berkorbanlah yang wajar jangan berlebihan. Kembali lagi ya karena cinta itu transaksional, bertransaksilah artinya berhenti mencintai seseorang yang memang tidak cinta kita.
Ketiga, Batasan "Berkorban Cinta". Batasan yang jelas adalah adanya transaksi yang adil, simpelnya adanya kata "saling". Contoh jika dia memberimu cinta sebanyak 100X maka balaslah dengan 101X cinta. Begitu juga ketika dia menunjukkan rasa tidak peduli 100X, maka tunjukkanlah rasa ketidakpedulianmu 101X. Jangan sampai berlebihan dalam memberi, sangat tidak baik. Intinya harus tahu batasan. Cinta itu transaksi dua belah pihak, bukan hanya sepihak. Jika hannya sepihak saja yang memberi maka itu namanya SODAQOH, apalagi kamu bergarap dia akan memberikan 7x lipat pengorbanan tehadapmu? enggaklah, bahkan pengorbananmu tidak akan terbalaskan, dia mulai meremehkanmu.
Keempat, Berani Membuang dan Mengabaikan Cinta. Pada bab ini cukup sulit dan mudah,(maaf membingungkan) ini akan mudah apabila full menggunakan logika tanpa perasaan. Jika ada campurtangan perasaan yawes, akan sangat sulit. Intinya singkirkan perasaan jika ingin dipermidah untuk membuang cinta.
Kelima, Sambut yang Mau Bertransaksi Padamu. Sebenarnya ini meneruskan point keempat tadi. Jika yang lama tetap sulit dipertahankan, bagaimana jika membuka hati yang baru ? mungkin akan terbesit tetapi pasti mikir beberapa kali kan ?. Ya saran saja sih kepada hati yang "terlalu berkorban", bisa jadi perorbananmu akan dihargai oleh orang yang tepat, dan mungkin yang sekarang bukan orang yang tepat aja sih. Jangan sekali kali menutup seseorang yang ingin mendatangimu ya apapbila kamu sedang kosong dan sedang tersakiti oleh yang lama. Terkecuali kamu sudah bersuami dan beristri, itu sudah wajib mempertahankan rumahtangga.
Jadi, intinya jika kamu melibatkan perasaan tanpa logika dalam hal cinta, kamu akan mengalami banyak sekali penyiksaaan batin. Berkorban sewajarnya saja, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Cinta itu dua belah pihak, bukan sepihak, maka sadarilah. Berani tinggalkan yang tidak menghargaimu bukan pilihan buruk, sambut orang yang akan menghargai pengorbananmu. Berkorban dalam hal cinta wajar dan boleh, yang tidak boleh adalah mendadak menjadi TOLOL.