Menikah Bukan Tujuan, Melainkan Just Part Of Life

Kebanyakan dari kita, selalu beranggapan bawasanya menikah adalah akhir segalanya, pencarian pasangan yang begitu rumit penuh lika liku dan penuh ketidakpastian membuat raga jiwa ini lelah. Cukup  banyak Saya rasa yang akhirnya menghalalkan segala cara untuk menarik dan memperindah diri, berharap akan ada seseorang yang akan tertarik dan menjadi pilihannya. Tanpa mereka sadari bawasannya ini hanya sebagian hidup saja, ini bukan akhir segalanya. Sekali lagi ini hal mudah bagi Tuhan untuk mengabulkan permintaan jodoh. Semoga dengan tulisan ini Kamu akan sadar betapa kecilnya urusan ini jika di bandingkan hal hal besar lainnya, tetapi tetap tidak boleh disepelekan.

 
Kita akan coba runtutkan permasalahan ini (saya menggunakan point point)
*Runtutan kehidupan 
*Tujuan Hidup
*Hakikat Jodoh dan Pernikahan
*Risiko Jika Hal ini Disepelekan

 

Pertama: Runtutan Kehidupan

Kita akan tarik kebelakang apa yang terjadi dalam sejarah manusia. Manusia lahir dari Tuhan yang dititipkan oleh rahim seorang ibu, lalu manusia itu lahir dengan perwujudan bayi yang masih tidak tahu apa apa selain menangis. Lalu Ia dirawat dan sibesarkan oleh orangtua atau yang mewakili (orang lain), hingga tumbuh dan menjadi manusia yang dewasa secara umur, dari sini saja manusia membutuhkan waktu kurang lebih 20th untuk sampai tahab dewasa. Setelah itu mereka menikah, dan memiliki anak lagi dan seterusnya. Sadarilah, selama 20 tahun sebelum menikah banyak hal hal yang terjadi dan dibutuhkan olehmu untuk berkembang. Coba amati rumitnya masalah pendidikan, makanan, tempat tinggal afeksi dan masih bayak lagi lainnya. Jika belum paham seberapa rumitnya kehidupan sebelum menikah, perhatikan saja pendidikan, kita harus tes dulu, masuk jenjeng TK, SD, SMP, SMA dan seterusnya. Persiapan untuk jenjang berikutnya, tes sana sini, lamar sana sini dan huru hara perihal pendidikan sudah cukup rumit. Jadi permasalahan pernikahan jangan diaganggap lebih besar dari masalah pendidikan, sama saja, sama pentingnya, sama rumitnya. Semuanya butuh persiapan, semuanya butuh tenaga waktu uang, jadi runtuttkan kehidupan fase menikah ya Just Part Of Life saja.

 

Kedua : Tujuan Hidup

Orang tidak sadar dan mungkin pernah bertanya dalam hidup, apasih tujuannya Tuhan menciptakan kita didunia ini ? jawaban yang umum dan Saya pribadi yakin dan tahu, bawasannya tujuannya adalah untuk ibadah kepada Tuhan. Mungkin setiap orang akan memiliki tujuan masing masing, tetapi selama Saya hidup ini lah tujuan paling pokok yang secara hakikatnya memang benar adanya. Tetapi jika Kamu memiliki jawaban lain atas pertanyaan ini Its Okey, fine fine aja. Sekarang Saya anggap Kamu punya tujuan hidup, A. B.C.dan D, tanyakan padadirimu, apakah menikah adalah tujuan hidup ? Saya pribadi meyakini jawabannya adalah "Tidak". Kenapa ? jikalau tujuan hidupmu adalah menikah, setelah menikah yasudah, silahkan lepas tangan dengan kewajiban setelah menikah, Ya karena menikah bukan tujuan melainkan hak dan tanggungjawab. Bayangkan saja tujuan penciptaan manusia adalah menikah? tidak akan ada kita dengan kondisi yang sekarang, mungkin akan lebih amburadul dan tidak tertatanya kehiduapan. Kesimpulannya apa ? jadi tujuan hidup tidak dan bukan hanya saja menikah, tetapi  menikah hanyalah kendaraan kita menuju tujuan , simpelnya ya Just Part Of Life saja.

 

Ketiga :  Hakikat Jodoh dan Pernikahan

Jodoh adalah gabungan antara ikhtiar kita (usaha) dan takdir, berbeda dengan ajal, ajal seseorang sudah Tuhan tetapkan, tidak dapat dimajukan dan diundur. Jikalau berbicara tentang jodoh memang cukup rumit dan mengasyikkan bagi mereka yang masih mencari. Tidak dengan mereka yang sudah berumahtangga lama, ya terkesan bagaimana kita bertahan dengan pasangan aja sih, dan ya.. rumput tetangga akan pasti lebih hijau jadi tulisan ini kurang cocok untuk Anda yang mempertahankan rumah tangga. Jalan yang diambil untuk menemukan jodoh beragam, mulai dari yang baik hingga yang buruk, mulai dari ketidasengajaan hingga yang terencana. Semua elemen matrix bagaiman itu terjadi adalah ketidakpastian yang juga tidak dapat diukur dinalar karena banyak faktor, terlebih faktor kecondongan suka terhadap hal hal yang tidak semua orang lihat. Sejujurnya Saya ingin memberi contoh tetapi sangat rumit dan arahnya pasti akan kemana mana. Kembali kepembahasan, sadari bawasannya jodoh itu ceriminan dirisendiri, banyak orang yang berhenti pada statemen ini. Tetapi ada lanjutanya yaitu bukan berarti jodoh seperti pinang dibelah menjadi dua, kadang kita sudah berusaha dan menjadi orang baik sedangkan kita berjodoh dengan orang kurang baik, mungkin penyebabnya karena kitalah yang mampu membaikkan pasangan kita. Jadi kesiapan akan pemahaman ini lah yang harus di tekankan, tidak harus ganteng dengan si cantik, tidak harus kaya dengan kolongmerat, tetapi ya... "namanya jodoh", sangat sulit ditentukan. Belum lagi masalah suku ras budaya agama, hemm rumit pol sih, jadi dengan banyaknya kerumitan ini, dibawa santai saja. Berjodoh banyak faktor, jadi meskipun miskin, jelek gak good looking, yaa selow, tidak perlu minder sih pasti akan ada orang yang condong terhadap kita, entah sikap kita entah lokasi kita tinggal dan lain sebagainya, simpelnya sih jadi dirisendiri dan melakukan yang terbaik dibidang kita, melakukan yang terbaik versi kita, hakikat berjodoh tidak melulu tentang fisik harta dan keturunan, simpelnya ya Just Part Of Life saja.

 

Keempat : Risiko Jika Hal ini Disepelekan

Statement kepada Saya pribadi "Makanya jangan pilih pilih" loh, permasalahan pernikahan bukan hal remeh, ya harus milih orang lah. Memilih yang mana kiranya mau dengan Kamu, cocok secara personal dan komunikasi dan lain sebagainya. Kembali kepembahasan, risiko jika disepelekan akan berbuntut sangat panjang, kekeluarga besar, keketurunan dan lain lain. Jika keluarga yang kita bangun dengan usaha dan waktu banyak tetapi pasangan kita kita tidak bisa mendukung? bahkan kadang meremehkan profesi kita? tidak bisa hormat dengan kita ? maka akan berdarah darah kita menjalaninya. Jika hidup kita tidak bahagia, lantas untuk apa menikah ? apakah meneruskan spesies manusia saja ? tidak kan. Makanya menikah juga butuh persiapan, dan pemilihan.

 

Sekali lagi tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan menikah bukan tujuan, tetapi bagian dari hidup kita saja, tetapi tidak boleh disepelakan, dibuat santai saja mengalir jangan digenggam dipaksakan. Sesuatu hal yang pasti akan jadi milikmu tidak akan pernah menjadi milik orang lain, begitu juga sebaliknya, sesuatu yang bukan untukmu, tidak akan pernah menjadi milikmu jika memang Dia bukan untukmu.

Postingan populer dari blog ini

Sefruit Perjalanan Yaafi Ramadan

Usia manusia dan perannya di bumi. Hidup sangat sangat singkat